10 Ikan Laut Yang Sering di Konsumsi dan Manfaatnya

Sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah, ikan bukan hanya menjadi bagian penting dari keanekaragaman kuliner Indonesia, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang tak terbantahkan. Diantara banyaknya ikan laut di Indonesia, ada sepuluh jenis ikan yang populer dan sering dikonsumsi di Indonesia.

Nah, kali ini admin akan membahas 10 ikan itu beserta manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Jika kamu penasaran ikan apa saja, simak terus informasi yang admin bagikan dibawah untuk menambah pengetahuan tentang keanekaragaman ikan laut Indonesia.

Ikan Laut di Indonesia Yang Sering di Konsumsi

Ikan tidak hanya dikenal sebagai sumber protein hewani yang berkualitas tinggi, tetapi juga mengandung nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Konsumsi ikan secara teratur telah terbukti dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan sistem kekebalan tubuh.

Berikut 10 ikan yang sering dikonsumsi di Indonesia..

1. Ikan Tongkol

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) adalah salah satu jenis ikan laut yang populer di Indonesia, terutama di daerah pesisir dan kepulauan. Ikan ini memiliki tubuh silindris dan ramping dengan warna keperakan di bagian atas dan perutnya. Daging tongkol memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang lezat.

Daging tongkol kaya akan protein hewani, vitamin B12, dan asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 dalam tongkol bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta mendukung fungsi otak yang optimal.

Tongkol sering diolah dengan cara dipanggang, digoreng, atau dibuat sambal. Pengolahan yang tepat akan menjaga kandungan nutrisinya tetap terjaga.

2. Ikan Cakalang

Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan migran yang tersebar luas di perairan Indonesia, terutama di sebelah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ikan ini memiliki ciri khas daging merah muda dengan tekstur yang padat.

Daging cakalang mengandung tinggi protein, vitamin B12, selenium, dan asam lemak omega-3. Kombinasi nutrisi ini mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki sel-sel tubuh, dan menjaga keseimbangan hormonal.

3. Ikan Tuna

Indonesia dikenal memiliki berbagai jenis tuna, termasuk tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dan tuna mata besar (Thunnus obesus). Tuna merupakan ikan yang sangat berharga karena dagingnya yang kaya protein dan lemak sehat.

Tuna Sirip Kuning

Tuna sirip kuning memiliki daging berwarna merah cerah dengan tekstur yang kenyal. Dagingnya cocok untuk diolah sebagai sushi atau sashimi karena kesegarannya yang tinggi.

Tuna Mata Besar

Tuna mata besar memiliki daging yang lebih berlemak dan cocok untuk dimasak sebagai steak atau ikan panggang. Ikan ini juga sering diasinkan atau diawetkan untuk konsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama.

4. Ikan Teri

Teri adalah ikan kecil yang populer sebagai bahan masakan tradisional di Indonesia. Teri sering diolah dengan cara digoreng dengan minyak panas atau direbus bersama bumbu rempah untuk meningkatkan cita rasanya.

Meskipun kecil, teri kaya akan protein, kalsium, fosfor, dan zat besi. Konsumsi teri secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tulang, memperkuat gigi, dan menyediakan zat besi untuk mengatasi anemia.

5. Ikan Kakap

Kakap (Lutjanus sp.) adalah ikan dengan tubuh berwarna merah jambu dan perut putih. Ikan ini memiliki daging putih dengan serat halus dan sedikit lemak.

Ikan kakap sering dijual segar atau beku di pasar tradisional dan supermarket. Penting untuk memilih ikan yang segar dengan mata yang jernih dan tidak berbau amis.

Seperti halnya ikan lainnya, ikan kakap juga bisa menjadi sumber parasit dan racun dari lingkungan. Memastikan ikan sudah matang dan diproses dengan baik adalah langkah penting untuk mengurangi risiko keracunan makanan.

6. Ikan Kembung

Kembung (Rastrelliger sp.) adalah ikan kecil yang hidup di perairan tropis dan subtropis. Ikan ini memiliki tubuh yang ramping dengan warna kebiruan di punggung dan perak di bagian perutnya.

Kembung mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Omega-3 membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah dan mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

Kembung sering diolah dengan cara digoreng, direbus, atau diasap. Di beberapa daerah, kembung juga digunakan sebagai bahan utama dalam masakan tradisional seperti ikan bakar atau gulai.

7. Ikan Makarel

Makarel (Scomber sp.) adalah ikan berlemak tinggi dengan daging merah tua dan tebal. Ikan ini memiliki rasa yang khas dan aroma yang kuat.

Meskipun berlemak tinggi, lemak dalam makarel terutama adalah lemak sehat omega-3. Omega-3 membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Makarel sering diolah dengan cara dipanggang, diasap, atau digulai. Makanan hasil olahan makarel dapat disajikan dengan bumbu rempah atau saus tomat untuk meningkatkan cita rasanya.

8. Ikan Belanak

Belanak (Mugilidae) adalah ikan kecil yang sering ditemukan di perairan payau, estuari, dan muara sungai. Ikan ini memiliki tubuh yang ramping dengan sisik yang halus.

Belanak memiliki rasa yang manis dan sedikit gurih. Ikan ini sering diolah dengan cara digoreng atau direbus bersama bumbu kuning untuk menambahkan cita rasa yang khas.

Karena belanak hidup di perairan yang cenderung tercemar, penting untuk memilih dan mengolah ikan belanak dengan hati-hati untuk mengurangi risiko kontaminasi logam berat atau zat kimia lainnya.

9. Ikan Baronang

Baronang (Siganus sp.) biasanya ditemukan di perairan dangkal dekat terumbu karang, laguna, atau area berpasir di sepanjang pantai Indonesia. Ikan ini merupakan herbivora yang memakan alga, rumput laut, dan berbagai jenis tanaman laut lainnya yang tumbuh di perairan dangkal.

Baronang mengandung berbagai mineral penting seperti fosfor, selenium, dan zat besi. Fosfor penting untuk kesehatan tulang dan gigi, sementara selenium membantu menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh dan fungsi tiroid. Zat besi juga diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen dalam tubuh.

Sebagai ikan yang hidup di perairan dangkal, baronang bisa terpapar polutan dari limbah industri atau pertanian. Penting untuk memilih baronang yang berasal dari perairan yang terjaga kebersihannya dan memastikan ikan diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.

10. Ikan Tenggiri

Tenggiri (Scomberomorus sp.) adalah ikan laut yang aktif di malam hari dan sering ditemukan di perairan Indonesia. Ikan ini memiliki tubuh silindris dan panjang, dengan warna hijau kebiruan di punggung dan perutnya. Daging tenggiri memiliki tekstur yang kenyal dan daging putih yang sangat lezat.

Daging tenggiri mengandung protein tinggi dan rendah lemak, menjadikannya pilihan yang ideal untuk diet sehat. Protein adalah nutrisi penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan lemak sehat dalam tenggiri membantu menjaga keseimbangan kolesterol dalam darah dan mendukung fungsi otak yang baik.

Tenggiri sering diolah dengan cara dipanggang, dibakar, atau dijadikan bahan dasar dalam masakan kari atau gulai. Pengolahan yang tepat akan menjaga cita rasa dan tekstur daging tenggiri, sehingga tetap lezat dan bergizi saat disajikan.

Penutup

Ikan laut di Indonesia tidak hanya menyediakan sumber protein yang berkualitas tinggi, tetapi juga berbagai nutrisi penting seperti omega-3, vitamin, dan mineral. Mengonsumsi berbagai jenis ikan laut yang sering dikonsumsi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian dengan cara yang lezat dan sehat.