Bagi yang hobi melihara ikan hias, akuarium yang bening dan bebas dari lumut atau kotoran tak hanya enak dipandang, tapi juga bikin ikan peliharaan jadi sehat sehat.
Dan salah satu cara praktis buat ngejaga kebersihan akuarium adalah dengan memelihara ikan pembersih. Ikan-ikan ini secara alami doyan makan lumut, alga, dan sisa makanan yang mengendap di dasar akuarium.
Jadi, kalo kamu lagi nyari dan penasaran apa aja ikan yang bisa ngebersihin akuarium dari alga dan lumut, serta kotoran lainnya. Berikut admin bakalan ngasih daftar jenis-jenis ikannya..
Jenis Ikan Pembersih Kaca Akuarium dari Lumut, Alga dan Kotoran
Berikut beberapa jenis ikan yang bisa kamu beli guna ngebersihin alga ataupun lumut di akuarium..
Ikan Chinese Algae Eater (Gyrinocheilus aymonieri)
Ikan ini tak hanya efektif ngebersihin lumut, tapi juga punya warna keemasan yang menarik. Selain fungsinya sebagai pembersih alami, ikan ini pun juga bisa menambah keindahan akuarium karena bentuk dan warna cerahnya.
CAE termasuk ke dalam jenis herbivora, yang berarti lebih suka makan lumut dan alga dibanding makanan lain. Namun, meski keliatan jinak, ikan ini bisa jadi agresif terhadap ikan lain, terutama jika ukurannya sudah lebih besar.
Jika akuarium kamu isinya ikan-ikan kecil yang lebih damai sifatnya, sebaiknya pertimbangkan untuk memisahkannya. Ikan ini cukup mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp5.000 per ekor.
Ikan SAE (Siamese Algae Eater)
SAE sering dibandingin sama CAE karena fungsinya yang hampir sama sebagai tukang bersih-bersih alga dan lumut di akuarium. Bedanya, SAE lebih bersifat damai sama ikan lain dan gak agresif, jadi ya lebih cocok dipelihara bareng ikan-ikan aquascape yang ukurannya kecil.
Terlebih, SAE mampu memakan berbagai jenis alga, termasuk alga hitam yang sulit dihilangkan. Selain itu, SAE juga mau makan cacing pipih yang sering jadi masalah di akuarium.
Karena sifatnya yang damai, ikan ini tentu cocok untuk pemula yang pengen ngejaga kebersihan akuarium tanpa khawatir akan perkelahian antar ikan. Dengan harga berkisar Rp7.500 per ekor, tentu masih terjangkau banget.
Ikan OTO (Otocinclus Affinis)
Jika kamu nyari ikan pembersih yang berukuran kecil namun efektif, ikan OTO bisa deh kamu wishlist. Dengan panjang hanya sekitar 5 cm, ikan ini mampu ngebersihin kaca akuarium dari alga dan lumut yang sulit diatasi.
Ikan OTO sifatnya damai, jadi ya cocok dipelihara bareng jenis-jenis ikan hias lainnya. Namun, ikan ini cukup langka di pasaran, harganya pun jadi cenderung lebih mahal dibanding ikan pembersih lainnya.
Karena mereka sangat aktif dalam nyari makanan (alga dan lumut), kamu gak perlu khawatir soal lumut yang menumpuk. Hanya saja, pastikan mereka mendapat cukup makanan tambahan jika jumlah lumut di akuarium mulai berkurang.
Harga ikan ini bisa mencapai Rp35.000 per ekor, tergantung ketersediaannya di pasaran.
Ikan Corydoras
Ikan ini berbentuk tubuh unik dan sangat aktif ngebersihin dasar akuarium. Dalam bahasa Yunani, “Corydoras” memiliki arti “helm” dan “kulit”, yang menggambarkan tubuhnya yang keras dan kokoh.
Corydoras lebih suka makan sisa makanan dan kotoran yang mengendap di dasar akuarium dibandingkan lumut yang nempel di kaca. Oleh karena itu, mereka lebih cocok sebagai pembersih area dasar akuarium.
Sifatnya pun damai dan bisa hidup berdampingan dengan ikan lain tanpa nimbulin masalah. Selain itu, ukurannya pun kecil jadinya cocok untuk berbagai jenis akuarium, termasuk akuarium kecil.
Harga Corydoras bervariasi tergantung jenisnya. Untuk jenis yang umum, harganya sekitar Rp5.000 per ekor, sedangkan untuk jenis tertentu bisa sampai ““`Rp20.000 per ekor.
Ikan Bunglon Pasir
Sedangkan bagi yang main akuarium air laut, tentu juga ada ikan pembersihnya yaitu ikan Bunglon Pasir. Ikan ini mampu ngejaga kebersihan dasar akuarium dengan cara menggali pasir dan memakan sisa makanan yang tertinggal di sana.
Selain efektif sebagai pembersih, ikan ini pun juga punya pola warna yang menarik dan bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Makanya disebut sebagai “bunglon pasir”.
Karena ikan ini cukup langka dan lebih sering ditemukan di akuarium air laut, harganya cenderung lebih mahal dibanding ikan pembersih air tawar. Dengan harga berkisar Rp35.000 per ekor.
Ikan Brushmouth
Ikan Brushmouth masih termasuk dalam keluarga Pleco, tetapi ukurannya lebih kecil kalau dibandingin Pleco biasa. Ikan ini pun sangat efektif dalam ngebersihin kaca akuarium dan permukaan dekorasi dari alga dan lumut yang nempel.
Salah satu ciri khas ikan ini adalah adanya tonjolan kayak kumis di sekitar mulutnya. Selain itu, mereka juga memiliki daya tahan yang baik dan gak perlu perawatan khusus.
Dengan melihara ikan ini, kamu tak perlu sering-sering ngebersihin kaca akuarium secara manual. Harga ikan Brushmouth di pasaran cukup terjangkau, sekitar Rp10.000 per ekor.
Ikan Siamese Flying Fox
Siamese Flying Fox sering dikira sama dengan ikan SAE, tapi sebenarnya mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Salah satu ciri khasnya adalah garis hitam di tubuhnya yang lebih tegas dibanding SAE.
Ikan ini sangat aktif dalam memakan alga dan lumut, serta sifatnya yang cukup energik. Jika dipelihara dalam kelompok, mereka bisa jadi sedikit agresif, terutama jika kekurangan makanan.
Karena sifatnya yang unik dan warnanya yang menarik, ikan ini pun bisa jadi tambahan yang menarik di akuarium. Harga Siamese Flying Fox berkisar antara Rp8.000 per ekor.
Ikan Pleco (Bristlenose Plecos)
Di Indonesia, mungkin kamu lebih mengenalnya sebagai ikan sapu-sapu. Dan tentu udah banyak yang tau dan manfaatin ikan ini untuk tujuan ngebersihin akuarium dari lumut dan alga dalam jumlah besar.
Namun, ada banyak jenis Pleco, dan gak semuanya cocok untuk akuarium rumahan. Jika kamu pengen Pleco yang gak terlalu besar, pilihlah Bristlenose Plecos yang hanya tumbuh sekitar 10–15 cm.
Selain efektif dalam ngebersihin kaca akuarium, ikan ini pun bentuk tubuhnya unik dengan tonjolan kecil di sekitar kepalanya. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 per ekor untuk ukuran kecil, hingga Rp30.000 per ekor untuk jenis yang lebih langka.
Tips Menjaga Kebersihan Akuarium Selain Menggunakan Ikan
Memelihara ikan pembersih memang bisa ngebantu, tapi tetep aja sebagai pemilik akuarium kamu juga harus rajin ngerawat dan ngejaga kebersihan air. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga akuarium kamu tetap bersih..
1. Gunakan Filter yang Bagus
Filter adalah salah satu komponen paling penting dalam akuarium. Fungsinya tak hanya untuk menyaring kotoran yang mengambang di air, tapi juga membantu menjaga kadar oksigen dan keseimbangan biologis di dalam akuarium.
Beberapa jenis filter yang bisa kamu pilih diantaranya..
- Filter mekanis: Menyaring partikel besar seperti sisa makanan, kotoran ikan, dan daun yang rontok dari tanaman
- Filter biologis: Mengandalkan bakteri baik untuk mengurai zat beracun seperti amonia dan nitrit dalam air
- Filter kimia: Biasanya menggunakan karbon aktif untuk nyerap zat berbahaya yang larut dalam air
Pastikan untuk ngebersihin filter secara rutin agar tetap bekerja dengan maksimal.
2. Bersihkan Kaca Akuarium Secara Rutin
Kadang tanpa disadari, kaca akuarium mulai ditumbuhi lumut hijau atau alga yang bikin tampilan jadi kusam. Kalau dibiarkan kelamaan, lumut ini bisa menghalangi cahaya masuk dan bikin akuarium keliatan kotor.
Berikut beberapa cara membersihkan kaca akuarium..
- Gunakan magnet cleaner yang bisa menggosok kaca tanpa perlu mencelupkan tangan ke air
- Pakai sikat atau spons khusus untuk ngilangin lumut membandel
- Hindari penggunaan sabun atau deterjen, karena sisa bahan kimia bisa membahayakan ikan
3. Kurangi Pemberian Pakan Berlebihan
Salah satu penyebab air akuarium cepat kotor adalah sisa makanan yang ngendap di dasar. Banyak pemilik ikan yang khawatir ikan mereka kelaparan atau emang sengaja di push biar cepet gede, jadi ngasih makannya berlebihan.
Padahal, pakan yang nggak habis justru membusuk dan menghasilkan amonia yang bisa meracuni ikan. Berikut tips untuk menghindari hal tersebut..
- Kasih pakan dalam jumlah secukupnya, cukup 2-3 kali sehari dengan porsi kecil
- Pastikan semua makanan habis dalam waktu 2-3 menit setelah diberikan
- Gunakan pakan yang tenggelam lambat untuk menghindari sisa makanan langsung jatuh ke dasar
4. Ganti Air Secara Berkala
Meski punya filter yang bagus, tetep aja ya kamu perlu mengganti air akuarium secara rutin supaya kualitas air tetap terjaga. Idealnya, lakukan penggantian air sekitar 20-30% setiap minggu.
- Siapkan air bersih yang sudah didiamkan minimal 24 jam supaya klorin-nya nguap
- Gunakan sifon atau selang kecil untuk menyedot kotoran yang mengendap di dasar akuarium
- Jangan mengganti seluruh air sekaligus, karena bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik didalam akuarium.
- Tambahkan water conditioner jika perlu untuk menetralisir zat berbahaya dalam air.
5. Tambahkan Tanaman Air
Tanaman air tak hanya mempercantik akuarium, tapi juga membantu menyerap nutrisi berlebih yang bisa menyebabkan pertumbuhan lumut. Tanaman air pun juga memberi oksigen tambahan dan menciptakan lingkungan yang lebih alami bagi ikan.
Beberapa tanaman air yang mudah dirawat diantaranya..
- Java Moss
- Anubias
- Amazon Sword
6. Hindari Paparan Cahaya Berlebih
Cahaya yang terlalu kuat atau kelamaan bisa mempercepat pertumbuhan lumut di akuarium. Kalau kamu pakai lampu akuarium, atur aja durasinya sekitar 8-10 jam per hari.
Penutup
Ngejaga kebersihan akuarium memang bukan tugas yang mudah, tapi ya gak mustahil juga. Dengan kombinasi pemilihan ikan pembersih dan perawatan rutin, akuarium kamu pasti bisa tetep bersih dan sehat.
Dengan milih ikan pembersih alga dan lumut serta ngikutin tips dari admin diatas, dijamin deh akuarium kamu bakalan selalu jernih dan ikan-ikannya pun lebih sehat.