Mengenal Lebih dekat Ikan Mujair (Sejarah, Klasifikasi dll)

Ikan mujair merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia. Dikenal dengan rasa dagingnya yang lezat dan tekstur yang kenyal, ikan mujair sering dijadikan pilihan konsumsi masyarakat.

Selain itu, ikan ini juga memiliki nilai budidaya yang tinggi. Pada kesempatan kali ini, admin akan membawa teman-teman mengenal lebih dalam tentang ikan mujair, termasuk asal usulnya, karakteristik fisik, kebiasaan hidup, serta manfaat dan cara budidayanya.

Klasifikasi Ikan Mujair

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) termasuk dalam kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Actinopterygii (ikan bertulang sejati), ordo Perciformes, famili Cichlidae. Spesies ini memiliki nama ilmiah Oreochromis mossambicus dan sering dijuluki dengan nama lokal seperti mujair, nila hitam, atau tilapia Mozambik.

Dalam klasifikasi ilmiah, ikan mujair dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  • Kingdom: Animalia (Hewan)
  • Filum: Chordata (Chordata)
  • Kelas: Actinopterygii (Ikan bertulang sejati)
  • Ordo: Perciformes (Berkelompok)
  • Famili: Cichlidae (Cichlids)
  • Genus: Oreochromis
  • Spesies: Oreochromis mossambicus

Sejarah ikan Mujair di Indonesia

Cerita tentang ikan mujair di Indonesia dimulai pada tahun 1939, ketika seorang pria bernama Pak Moedjair menemukannya di muara Sungai Serang, tepatnya di pantai selatan Blitar, Jawa Timur. Penemuan ini menjadi sangat berkesan bagi Pak Moedjair sehingga ikan tersebut kemudian dinamai “mujair” sebagai penghormatan kepada penemuannya.

Pak Moedjair awalnya terpikat oleh perilaku unik induk ikan mujair yang tampaknya menelan dan kemudian memuntahkan anak-anaknya ketika merasa terancam bahaya, untuk kemudian melakukannya lagi ketika situasi sudah aman. Sifat unik ini memicu minat beliau untuk memelihara ikan tersebut.

Dengan tekad yang kuat, Pak Moedjair mulai mencoba untuk membudidayakan ikan mujair di kolam air tawar. Meskipun mengalami berbagai tantangan, akhirnya usahanya membuahkan hasil. Keberhasilannya dalam membudidayakan ikan mujair membuatnya semakin populer di kalangan petani dan penggemar ikan.

Namun, sebelum mencapai kesuksesan tersebut, Pak Moedjair harus melewati sebelas percobaan yang berbeda, salah satunya dengan mencoba menurunkan kadar garam dalam air kolam. Pada percobaan yang ke-11, Pak Moedjair berhasil mendapatkan empat ekor ikan mujair yang mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan air tawar.

Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Pak Moedjair menyebarluaskan benih ikan mujair hasil budidayanya kepada tetangga dan masyarakat sekitar. Tak lama kemudian, ikan mujair mulai menjadi salah satu jenis ikan yang populer untuk dibudidayakan di kolam-kolam, serta sering dijumpai di berbagai perairan seperti telaga, sungai, dan danau di seluruh Indonesia.

Keberhasilan Pak Moedjair dalam memperkenalkan ikan mujair tidak hanya diakui secara lokal, tetapi juga internasional. Pada tahun 1953, beliau menerima Penghargaan Internasional dari Konsul Komite Perikanan Indo-Pasifik sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan budidaya ikan mujair.

Mengenal Ikan Mujair

Ikan mujair adalah salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan ikan Nila. Di habitat asalnya, populasi ikan mujair sering kali terdesak oleh keberadaan ikan nila.

Kedua spesies ini tidak hanya berkompetisi dalam memperebutkan sumber makanan dan habitat, tetapi juga sering melakukan perkawinan silang yang menghasilkan hibrida.

Meskipun ikan mujair lebih menyukai lingkungan dataran rendah, namun mereka juga mampu tumbuh dan berkembang secara normal di lokasi pemeliharaan yang berada di ketinggian antara 150 hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Oleh karena itu, ikan mujair, yang juga dikenal sebagai ikan tropis, jarang ditemukan di daerah dataran tinggi atau pegunungan.

Karakteristik Fisik

Secara fisik, ikan mujair memiliki ukuran sedang dengan bentuk badan yang pipih, dan panjang totalnya maksimum mencapai sekitar 40 cm. Panjang tubuh ikan mujair bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tinggi badannya. Mulut ikan mujair cenderung besar dengan gigi-gigi halus yang terletak di ujung atau terminal tubuh.

Ada beberapa ciri khas yang membedakan antara ikan mujair jantan dan betina. Induk betina memiliki tiga lubang pada bagian urogenital yang terdiri dari lubang pengeluaran telur, lubang dubur, dan lubang urine.

Ujung sirip betina cenderung berwarna pucat kemerahan, sedangkan warna dagu dan perutnya lebih putih, dan perutnya tidak mengeluarkan cairan saat ditekan. Sementara itu, ikan mujair jantan hanya memiliki dua lubang pada bagian urogenital, yaitu anus dan lubang sperma yang juga berfungsi sebagai lubang urine.

Sirip jantan cenderung berwarna kemerahan, terang, dan jelas. Warna perutnya lebih gelap, dan perutnya akan mengeluarkan cairan saat ditekan.

Selain itu, ikan mujair juga memiliki sirip punggung (dorsal) yang terdiri dari 15–17 duri tajam dan 10–13 jari-jari duri berujung lunak. Sedangkan sirip dubur memiliki 3 duri dan 9–12 jari-jari.

Jenis Ikan Mujair

Secara varietas, ikan mujair dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain mujair merah, mujair biasa, dan mujair albino. Berdasarkan warna sisiknya, ikan ini terbagi menjadi lima varietas, yaitu mujair sisik putih, hitam, merah, abu-abu, dan abu-abu bercak putih. Warna tubuh ikan mujair dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya.

Pola Makanan

Ikan mujair termasuk dalam golongan omnivora, yang berarti mereka memakan berbagai jenis makanan, termasuk detritus, diatom, dan hewan invertebrata lainnya. Beberapa ikan mujair bahkan mengonsumsi alga dan fitoplankton. Selain itu, ikan mujair remaja cenderung bersifat karnivora dan kanibal.

Bagi yang berencana memelihara ikan mujair di dalam kolam, perlu memperhatikan beberapa hal. Kolam pemeliharaan sebaiknya dilengkapi dengan sistem pengairan yang mengalir untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan.

Selain itu, pH air sekitar 5-8 dan suhu antara 20°C hingga 27°C merupakan kondisi yang ideal. Air kolam juga harus bersih dan tidak tercemar agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

Manfaat

Ikan mujair memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai bahan pangan. Dagingnya yang lezat dan kaya akan protein membuatnya diminati oleh masyarakat sebagai sumber protein hewani.

Mengonsumsi ikan mujair secara teratur telah terbukti mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Para ahli gizi merekomendasikan konsumsi sekitar 30 gram ikan mujair sehari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

Penutup

Dengan karakteristik fisik yang unik, kebiasaan hidup yang menarik, serta manfaat budidayanya, ikan mujair menjadi salah satu komoditas penting dalam budidaya ikan air tawar di Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang spesies ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya dan kesejahteraan masyarakat petani ikan.